Rabu, 03 Maret 2010

suryakencana.

0

entah apa yang kita pikirkan
ketika menaruh setumpukan ransel- ransel ini
dan entah apa juga yang kita lakukan
ketika kaki mulai melangkah di antara suara jangkrik dan hutan sepi

udara suryakencana cukup dingin menusuk untuk membuat kita mati
tanah dan batu gunung putri pun cukup menertawakan keringat dan peluh kita yang bertetesan
di atas badan- badannya

tapi langkah kita belum bisa berhenti
karena tak ada alasan untuk itu
sebelum kita menapaki kaki di puncaknya

dan di antara hamparan padang eidelweiss yang dingin dan sepi
kita berpikir akan Keagungan Tuhan
dan keindahan Surga.

16 KILOMETER

0

sebuah catatan perjalanan menuju 16 kilometer pantai UJUNG KULON..

prolog:
16 kilometer UJUNG KULON adalah perjalanan ter- fiuh bagi saya, ter- hiks, bahkan ter- arghhhhhh! saya bahkan masih mengingat dengan jelas bagaimana tragedi 15 MENIT LAGI! itu terucap berkali- kali selama perjalanan. 15 menit yang terjadi selama hampir 36 kali. sungguh fantastis *sial*

susur pantai UJUNG KULON adalah pengalaman pertama saya dalam susur-menyusur. dan jika dikategorikan dengan perjalanan- perjalanan saya sebelumnya, perjalanan ini termasuk kategori WOW CAPE DEH! yang ratingnya 11 12, atau malah 11 13 mungkin, dengan perjalanan mendaki gunung Putri, menuju alun- alun Suryakencana, yang membuat saya hampir bengek sesak nafas *agak lebai*

oke, now see the inlay for details.

bandung.
perjalanan ini dimulai pada pukul 05.00 subuh dari kampus saya, Institut Manajemen Telkom, yang terletak di daerah Gegerkalong Hilir. diperlukan waktu kira- kira setengah jam lebih untuk sampai di terminal Leuwipanjang (dalam kondisi pagi dan tidak begitu macet)
pukul 06.00 kami berangkat dari Leuwipanjang menuju Jakarta yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam, dilanjutkan dengan perjalanan menuju terminal Serang, Banten sekitar 1-1,5jam.

dari terminal Serang, perjalanan pun dilanjutkan menuju desa Tanjung Jaya, dengan menggunakan Elp, yang membutuhkan waktu sekitar 5 jam. desa Tanjung Jaya adalah titik kami akan memulai penyusuran, dan desa ini adalah daerah terujung dari daerah SUMUR.

kami menginap di salah satu rumah warga untuk semalam sebelum memulai perjalanan. dan saya suka sekali karena tak perlu khawatir tentang makanan disini. untuk orang-orang yang tergolong pecinta seafood, apalagi ikan, ini akan menjadi 'surga' bagi kalian, karena sangat mudah mendapatkan makanan seperti ini disini. posisi desa ini yang terletak tepat di pinggir pantai tampaknya membuat ikan dan seafood-seafood lainnya menjadi makanan yang sudah umum disini. yah, ibarat orang bandung makan ayam lah.

dan ada sebuah dermaga, yang bisa banget dijadikan objek hunting foto. sayangnya saya tidak dapat melampiaskan hasrat menjepret saya, karena waktu itu telah malam. kebayang pagi hari di dermaga dengan debur ombak dan langit yang biru indahnya seperti apa.

esok paginya sekitar pukul 09.30 perjalanan pun dimulai. ada 2 titik yang harus ditempuh disini, yaitu KALEJETAN 9 km, dan KARANG RANJANG 7 km.

perjalanan menuju KALEJETAN dilakukan dengan menyusuri hutan. track nya tidak begitu menanjak dan tergolong cukup landai, dan perlu menyeberangi beberapa jembatan bambu yang cukup membuat orang silindris terganggu :p
hanya, hati-hati saja di hutan ini, karena nyamuknya besar- besar dan tergolong sangat ganas.
dibutuhkan waktu sekitar 4,5 jam untuk sampai di KALEJETAN, dengan sabana di pinggir pantainya. nice!

dari KALEJETAN, kami berangkat pukul 15.00 menuju KARANG RANJANG. dan disinilah, puncak penderitaan dimulai. ya, kami mulai sangat menderita di track ini. setelah menyusuri hutan sebentar, kami bertemu dengan medan pantai yang berpasir dalam. sangat berat rasanya menyusuri medan seperti ini sambil membawa carrier. ada beberapa jam kami menyusuri pantai berpasir seperti ini. hujan yang tiba- tiba turun membuat saya cukup stres untuk menyelamatkan kamera DSLR saya (sudah dihantam asinnya air laut, dihantam air hujan pula). hal ini cukup memperlambat pergerakan kami.

setelah dihadapkan pada berjam- jam melewati track pasir, kami pun membelok masuk kembali ke hutan, karena karang besar yang langsung berbatas dengan laut tak memungkinkan untuk dilewati. namun, jangan melewatkan bagian setelah ini! karena setelah keluar dari hutan, kami diperlihatkan sebuah Karya Agung Tuhan yang benar- benar indah. pantai dengan karang- karang yang indah di tengah laut. pemandangan yang hampir sama dengan yang saya lihat di film LASKAR PELANGI. speechless. keren banget!
sebuah penyesalan terbesar saya tak bisa mengabadikannya karena harus melanjutkan perjalanan kembali, mengingat waktu sudah hampir sore.

perjalanan yang dijanjikan 15 MENIT LAGI yang terucap berulang-ulang kali selama perjalanan ternyata bukan janji manis. saya kira benar- benar akan sampai dalam waktu 15 menit lagi, dan dengan semangat 45 saya hidupkan handphone, lalu memutar lagu HAPPY- nya Alexia. ternyata, nyanyian sumbang kami itu berujung pada airmata. setelah keluar-masuk hutan, pasir, dan kini giliran karang- karang. hari sudah hampir gelap, dan kami masih harus menerima kenyataan bahwa setelah karang, kami harus menghadapi pasir yang dalam kembali.

akhirnya kami tiba di tujuan, sekitar pukul 06.30 malam. tak ada mulut yang berhenti mengoceh karena perjalanan gila ini. benar- benar kaki terasa sudah tidak pada tempatnya lagi.
"kalo bisa gw tinggal aja, gw copot tu kaki, trus gw tenteng!", ocehan-ocehan yang berasaskan emosi sangat banyak terdengar di akhir perjalanan hari ini.

UJUNG KULON adalah pantai yang indah, dan bersiap-siaplah "make a wish" disini, karena banyak sekali bintang jatuh di malam hari :)
tinggal pasang posisi ala METEOR GARDEN.

keesokannya kami pulang dengan track yang berbeda. track yang jauh lebih pendek, yang membuat kami merasa habis tertipu oleh Kang Dedi, warga sana yang menjadi Tour Guide kami. memang dasar.
track pulang kali ini seperti biasa, melewati hutan, pasir, ditambah bonus track hutan mangrove dan sungai air tawar, dan plus plus menyeberangi genangan air laut yang cukup sepaha, dan cukup membuat celana basah kuyup, dan pada akhirnya membuat kami terpaksa menyelamatkan carrier dengan gaya orang mudik, agar carrier tidak ikut basah kuyup.

dahsyat memang. bahkan setelah sampai di desa Tanjung Jaya pun, ternyata kami harus berjalan selama 1 jam lebih untuk sampai di curug.
air so jauh! kaki gw benar- benar copot! tinggal ditenteng.

this is WOW. bersiap-siaplah untuk reparasi kaki. tapi, segala sesuatunya terbayar. trust it.



Senin, 01 Maret 2010

DREAM.EOS AND EOS.

1


saya melakukan hal-hal yang cukup tolol untuk ini.

eos bukanlah barang yang murah untuk saya. tak bisa dengan seenak kentut juga mengemis pada orang tua untuk nominal sebesar ini, karena orang tua saya juga bukan konglomerat yang sampai bingung mau membuang uangnya kemana lagi.

mimpi ini mulai tercetus dalam kepala saya sejak kelas 2 SMA. terinspirasi dari kamera fokus super jadul milik kakek saya yang notabene adalah wartawan surat kabar.

saya bukan pembeli efektif dan berdaya beli saat itu. saat masih bergantung pada uang jajan per hari yang hampir selalu habis tanpa sisa. agak berat juga menyalahkan kebiasaan makan saya karena itu manusiawi buat saya *hahaha*

ya ya ya, kelas 2 SMA pun terlewati dengan impian sebatas tulisan di binder.

lalu, entah apa yang saya lihat sebelumnya sampai akhirnya di kelas 3 SMA saya benar- benar bertekad untuk membeli eos. saya mati- matian mengurangi jajan, salah satunya dengan membawa bekal makanan ke sekolah *untungnya bukan cuma saya aja* dan pengeluaran jajan saya benar- benar tertekan saat saya mulai mengalami gejala sinusitis. hampir sebulan saya tidak ikut makan di kantin saking pusingnya.

yap! pada akhir periode, tabungan yang terkumpul hampir sejuta.

yang ada di pikiran saya saat itu adalah "gile, mo berapa tahun lagi nih gw gak makan?!"

sementara ada teman saya yang mulai unjuk gigi dengan canon eosnya, dan ditambah bergaul dengan mas- mas tukang desain buku kenangan yang hampir selalu menenteng kamera fokusnya, saya pun makin mimpi- mimpi ngarep. pada akhirnya mimpi menenteng kamera fokus itu pupus dengan tamatnya masa SMA saya dan cuma bisa tercatat di buku kenangan bahwa saya NOPAI SI PELAUT TUTT TUTT bercita- cita menenteng kamera fokus!

Ini adalah masa kuliah-

kebebasan berekspresi semakin menjadi- jadi. streoform saya pun ikut- ikutan unjuk suara, dengan tulisan "aku ingin punya kamera fokus. syalalalalala.."

apapun itu, saya selalu bilang "aku ingin punya kamera fokus"

dinding kamar saya pun mulai ditempal- tempeli artikel- artikel dan gambar kamera fokus. setiap sebelum tidur saya membayangkan suatu saat saya akan menenteng kamera itu sambil jalan-jalan. isi otak saya hampir penuh dengan kamera fokus *tapi untungnya saya masih sadar kalau tujuan saya ke bandung bukan untuk membayangkan kamera fokus*

dan semua ini saya lakukan setelah membaca buku THE SECRET *bukan mo promosi buku.bukan,bukan*

di buku THE SECRET yang harus saya baca dengan konsentrasi penuh pas malam- malam gak ada suara itu dikatakan bahwa salah satu jalan untuk menarik impian kita adalah dengan terus membayangkannya, termasuk hal- hal agak aneh seperti menempal- nempeli gambar- gambar objek mimpi yang kita inginkan.

pokoknya buku itu tau aja dah kalo gw lagi ngarep banget menuju puncak mimpi gw memiliki kamera fokus. gw sukses menjadi orang setengah tolol. untung masih setengah.

sebodo teuing bodonya, asal gak makan biaya, apapun saya lakukan lah kalo timbang nempeli gambar kamera dari koran dan majalah yang terkatung- katung di kosan.

kayaknya setahun kemudian setelah saya setahun kuliah-

perlahan- lahan jalan mulai terbuka. God is good. tabungan saya mulai memiliki syarat kepemilikan. walaupun pada akhirnya saya membutuhkan waktu hampir setahun juga untuk mengeksekusinya. hampir tidak percaya saat saya menenteng bungkusannya ke mobil. berkali- kali saya mencubit pipi saya untuk membuktikan ini bukan mimpi. dan beberapa jam saya cukup melongo di kamar sambil memandangi eos 1000d baru saya. harganya mungkin tak seberapa untuk kaum borjuis dan elite, karena eos punya saya itu termasuk eos termurah dari segala eos dan mungkin juga eos murahan bagi fotografer- fotografer kelas atas. tapi kebodohan- kebodohan *menurut saya* yang telah saya lakukan yang bahkan tak bisa membayarnya.

saya percaya bahwa apa yang saya bayangkan dalam benak saya, akan saya genggam dalam tangan saya.

dan itu terjadi!

Rabu, 24 Februari 2010

cerita PR doa adik kecil saya

0

saya bahkan tidak pernah menceritakan ini pada keluarga saya..

adik saya yang paling kecil *entah sd kelas berapa saat itu* jarang sekali masuk sekolah karena dia sering sakit. entah berapa kali absen saat itu. dan berapa kali dimarahin guru karena sering lupa mengerjakan tugas. entah berapa kali juga ibu saya harus menghadap ibu gurunya.

suatu saat, tanpa sengaja saya mengobak-abrik buku pr dan tugasnya.
saya temukan sebuah pr agama dimana perintahnya, mereka harus menulis surat dan doa untuk TUHAN.
iseng-iseng saja membaca dengan niat menertawakan. satu kata dua kata, saya masih geli..
kata-kata berikutnya dia menulis kalimat yang intinya seperti ini " YA TUHAN, SEMOGA SAYA NAIK KELAS"
agak miris membaca surat dan doanya saat itu, karena ketika itu memang dia terancam tidak naik kelas karena nilai dan absen yang hampir berminggu-minggu.
tanpa saya sadari, airmata saya menetes untuk kalimat itu. saya mengamininya, dan berpikir hal itu selama beberapa hari.

sampai akhirnya tiba hari penerimaan raport. selalu hari sabtu.
saya berdoa untuk doanya, dan deg-deg an menunggu dia pulang dari sekolah.

adik saya itu, pulang dengan keadaan tersenyum dan masih riang. saya lega karena ekspresi seperti itu pasti menunjukkan dia sedang senang karena doa naik kelasnya terkabul. hingga orang tua saya yang bilang dia tidak naik kelas.
saya hampir menangis *walaupun saat itu pura-pura biasa* karena tak bisa membayangkan kekecewaannya karena surat dan doanya tidak dikabulkan TUHAN.

insomnia saya tadi malam membuat pikiran saya flashback pada cerita ini.

dan adik saya itu, saat ini sedang bercita-cita menjadi MASTER OF ART. entah dia serius atau bercanda karena dia selalu mengucapkan kata-kata itu. dia memang suka menggambar, bahkan di saat pendeta khotbah :p
sempat juga dia berpikir untuk menjadi seorang PENULIS. entah mana yang benar.
tapi apapun itu, saya suka dengan apapun cita-cita yang dia celetukkan.
dan semoga kali ini TUHAN benar-benar melihat kalau dia serius.

CATATAN SOE HOK GIE

0

kami tidak percaya pada slogan.

patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan.

seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya.

dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat.

pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat.

karena itulah kami naik gunung.

*soe hok gie*

GIE

0

akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap
sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian kaki yang menjadi dingin

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?
ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat..
apakah kau masih akan berkata
kudengar detak jantungmu

kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta..

*LIKE THIS!*

mandalawangi-pangrango

0

senja itu ketika matahari turun ke dalam jurang-jurang mu
aku datang kembali
ke dalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintaimu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti mandalawangi
kau datang kembali
dan berbicara padaku tentang kehampaan semua

hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya
tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
terimalah dan hadapilah

dan di antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas- batas jurangmu

aku cinta padamu pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup



19 juli 1966
soe hok gie